Ruangan itu dipenuhi keheningan tegang saat Lynx mempersiapkan diri. Semua mata tertuju pada dirinya. Biasanya sangat jarang mereka memiliki kesempatan melihat seorang alchemist meramu obat, karena selain membutuhkan konsentrasi yang tinggi sehingga butuh ketenangan, juga alchemist takut resep mereka dicuri.

Di dalam ruangan yang dipenuhi aroma ramuan herbal dan energi spiritual yang mengalir deras, Lynx berdiri dengan tenang. Leluhur Sekte Api Langit duduk di kursi kayu jati berukir rumit, sementara Ling Mei dan Lala berdiri di belakangnya, menyaksikan dengan penuh perhatian. Mereka tak ingin melewatkan momen langka ini.

Di hadapan Lynx, terhampar bahan-bahan obat yang baru saja diambil dari gudang sekte. Di antaranya ada Thousand-Year Snow Root, Nirvana Flame Fruit, Purple Moon Flower, Solar Lotus Leaf, Yin Crystal Powder, and Night Dew Flower Essence. Semua bahan itu tergolong dalam kategori Obat Tingkat Bumi Menengah, jarang sekali terlihat apalagi dikumpulkan dalam satu tempat. Berkat jasa mereka dengan kerajaan, mereka mendapatkan hadiah bahan-bahan tersebut, namun karena susahnya mendapatkan seorang alchemist, mereka hanya menyimpannya sebagai harta pusaka.

"Baiklah, keluarkan tungkumu. Aku ingin melihat apakah dirimu benar-benar memiliki kemampuan seorang alchemist." Leluhur berkata dengan nada sedikit ragu. Seandainya dia tidak mengetahui pemuda didepannya adalah Plasura, yang sudah menyelamatkan sektenya dan dianggap memiliki artefak diatas tingkat surgawi, dia akan langsung menolak permintaannya.

Bahan-bahan obat yang dimintanya, hanya alchemist tingkat tujuh yang mampu membuatnya.

"Biarlah bahan-bahan itu hancur. Anggap sebagai balas budi karena dia sudah menyelamatkan sekte." batin

Leluhur. "Selain itu aku juga ingin melihat kemampuannya. Apakah dia hanya menyombongkan diri atau benar memahami alchemist."

Mendengar perkataan leluhur mengenai tungku, Lynx hanya tersenyum. Lynx tidak ingin menjelaskan, karena dia tahu, ada hal-hal yang tidak perlu dijelaskan dengan kata-kata, Leluhur akan melihatnya sendiri.

Sementara itu Leena sudah tidak sabar ingin melihat kemampuan Lynx, dia teringat bagaimana saat awal membuat ramuan kecantikan yang menghebohkan suku Surya. Tentunya kemampuan Lynx sudah meningkat saat ini.

Lynx menatap bahan-bahan itu dan mengangguk puas. Dengan gerakan tangan yang anggun, dia mengangkat tangan kanannya, mengumpulkan energi sakti dalam telapak tangannya. Aura biru yang dingin dan cahaya merah keemasan bercampur, membentuk bola api berwarna ungu yang berputar perlahan, berkilauan seperti bintang di tengah malam.

“Api Spiritual? Dia tidak menggunakan tungku?” Batin leluhur dengan mata terbelalak. Wajahnya terlihat sedikit memucat. Dalam dunia alchemist, menggunakan Api Spiritual tanpa tungku alkimia adalah teknik legendaris yang sudah dianggap hilang ratusan tahun silam.

"Mungkinkah dia memang seorang Alchemist?" Batin leluhur, pandangannya menatap tajam ke arah Lynx tanpa berkedip, seolah tidak ingin kehilangan sedikitpun moment.

Lynx mulai menggerakkan tangannya. Api Spiritual perlahan melayang mendekati bahan-bahan yang terhampar di hadapannya. Dengan ketepatan sempurna, ia memasukkan Thousand-Year Snow Root terlebih dahulu. Api itu menyelimuti akar dan membakarnya tanpa merusak khasiatnya, menguraikan energi murni dari akar tersebut dan mengumpulkannya menjadi esensi berwarna biru pucat.

“Langkah pertama... Pemurnian,” gumam Lynx dengan tenang.

Titik-titik keringat mulai muncul di dahinya, tetapi ekspresinya tetap fokus. Dengan gerakan jari yang rumit, Lynx mengarahkan Api Spiritual untuk membakar Nirvana Flame Fruit. Buah itu meleleh dalam panas yang tak terbayangkan, mengeluarkan energi berapi-api yang memancarkan hawa panas seperti matahari. Energi itu berputar-putar sebelum bercampur dengan esensi akar yang sudah dimurnikan, menghasilkan bola energi bercahaya merah kebiruan.

Lynx kemudian memasukkan Purple Moon Flower dan Solar Lotus Leaf secara bergantian. Api Spiritual mengurai kedua bahan tersebut hingga menjadi kabut berwarna ungu muda yang berputar-putar. Dalam sekejap, kabut itu diserap oleh bola energi yang semakin berkilau, auranya semakin dalam dan berlapis-lapis.

“Langkah ketiga... Penyatuan Esensi,” Lynx berbisik pada dirinya sendiri, mengabaikan tatapan kagum dan terpana para penonton.

Dengan gerakan halus, Yin Crystal Powder dituangkan secara perlahan. Kristal berkilauan itu mencair dalam api, menciptakan percikan cahaya yang menari-nari. Aura energi berubah menjadi lebih kompleks dan berlapis-lapis, memberikan kesan kekuatan yang mendalam namun harmonis. Lynx juga mencampurkan bahan-bahan lainnya kedalam api.

Tahap terakhir tiba. Lynx mengangkat tangan kirinya dan mengeluarkan Night Dew Flower Essence, sebuah cairan berkilau seperti tetesan embun di pagi hari. Dengan ketenangan mutlak, ia menjatuhkan setetes cairan itu ke dalam bola energi. Tetesan tersebut langsung menyatu, menghasilkan ledakan kecil cahaya sebelum mengembun menjadi bola energi yang semakin padat dan pekat.

Lynx menyatukan kedua telapak tangannya, mengendalikan Api Spiritual untuk merapikan energi dalam bola tersebut. Aura kekuatan meluap, mendorong Ling Mei dan Lala mundur beberapa langkah. Setelah beberapa saat yang menegangkan, bola energi perlahan mengeras, berubah bentuk menjadi sebuah pil berwarna merah muda berkilauan dengan garis-garis ungu yang berdenyut halus.

“Pil Soul Healing Nirvana,” ujar Lynx sambil mengangkat pil itu dengan anggun. Cahaya dari pil tersebut memancarkan kehangatan yang lembut namun kuat, membuat semua yang menyaksikan merasakan ketenangan dan kejernihan batin.

“Pil tingkat langit atas! Dibuat tanpa tungku alkimia!” kata leluhur dengan wajah penuh kekaguman.

“Kemampuan yang sudah hilang sejak ratusan tahun lalu! Ini... ini tidak mungkin!” Leluhur bergumam tak percaya, matanya menatap Lynx seolah menatap dewa.

Leluhur Sekte Api Langit mengangkat alisnya, kekaguman masih tampak jelas di wajahnya. “Luar biasa. Dengan teknik ini, siapapun akan tunduk dan menghormatimu.”

Lynx hanya tersenyum tipis, dia tidak ingin memamerkan kemampuannya jika tidak perlu. “Leluhur, silakan konsumsi Pil Soul Healing Nirvana ini. Racun yang mengendap dalam tubuhmu akan terurai, dan kultivasi leluhur akan pulih bahkan mungkin meningkat. Aku akan membantumu menyerap efek obat tersebut dengan teknik akupuntur.”

"Benarkah yang kamu katakan?" Leluhur menatap pil itu sejenak.

Aroma yang keluar dari pil tersebut terasa membuat energi qi leluhur, bahkan Lala dan Leena terasa menjadi lebih meningkat. Aliran qi di tubuh mereka seolah menjadi lebih tenang, tubuh mereka terasa lebih segar.

Leluhur menatap pil dengan pandangan mata takjub sebelum mengangguk penuh keyakinan. Dalam satu gerakan mulus, ia melemparkan pil tersebut ke dalam mulutnya dan langsung menelannya. Dalam sekejap, aura panas menyebar dalam tubuhnya, mengalir melalui meridian dan darahnya. Keringat mulai mengalir di dahinya, namun sorot matanya tetap teguh.

“Leluhur, relaksasikan tubuhmu,” kata Lynx sambil mengeluarkan beberapa jarum tipis yang mengeluarkan cahaya halus dari cincin penyimpanan. Dengan ketepatan sempurna, Lynx menusukkan jarum-jarum itu pada titik akupuntur penting ditubuh dan beberapa titik energi lainnya. Setiap jarum mengalirkan energi sakti yang terkendali, mengarahkan kekuatan pil untuk mengikis racun yang mengendap dalam tubuh Leluhur selama bertahun-tahun.

Saat jarum terakhir menancap, tubuh Leluhur bergetar hebat. Rasa panas dan dingin bergantian menyerang, memaksa racun mengerikan keluar dari tubuhnya dalam bentuk asap hitam yang menyebar di udara. Aroma busuk segera tercium, memaksa Lala dan Ling Mei menutup hidung mereka dengan ekspresi jijik. Namun, Lynx tetap fokus, tatapannya penuh konsentrasi.

Warna kulit Leluhur yang semula terlihat agak pucat perlahan berubah, wajahnya memerah sehat. Energi qi dalam tubuhnya mengalir lebih lancar, penghalang yang menahan kultivasinya selama bertahun-tahun hancur seperti kaca yang pecah. Seakan merespons, aura spiritual Leluhur membesar dan menyapu ruangan, membuat lantai bergetar hebat.

Suara gemuruh tiba-tiba terdengar dari kejauhan. Langit di atas Sekte Api Langit yang semula cerah mendadak menghitam. Awan pekat berputar-putar, menciptakan pusaran energi gelap yang menakutkan. Kilatan petir mulai menari-nari di dalam awan, memancarkan sinar menyilaukan.

Tatapan para tamu, murid-murid dan para tetua yang berada di luar ruang pertemuan berubah panik. “Petir Kesengsaraan! Siapa yang menerobos?"

"Lihat sepertinya awan tersebut mengarah kemari." Teriak salah satu tamu.

"Mungkinkah Leluhur sekte Api Langit sedang menerobos ranah?” kata salah seorang tamu.

“Tidak mungkin! Bukankah ranah Leluhur sudah di tingkat Immortal, seharusnya sudah melewati petir kesengsaraan. Kecuali ada tingkatan diatas immortal." Jawab tamu yang lainnya.

"Bukankah leluhur Sekte terhenti pada tahap Immortal Tingkat Pertengahan selama puluhan tahun?” Salah satu tetua berkata sambil memandang ke arah langit yang semakin gelap.

